BAYI TERTAWA

animasi bergerak gif

Kamis, 09 Januari 2020

Hipertensi

Ketua Indonesian Society of Hypertension (INA-SH), dr Yuda Taruna, SpS(K), mengatakan memang hipertensi bisa menyerang kelompok umur manapun. Namun jika usia pasien masih di bawah 30 tahun, patut dicurigai adanya hipertensi sekunder.
Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit lain, seperti gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, atau sistem endokrin.
Image result for hipertensi

Stroke

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 persen per 1.000 penduduk. Angka tersebut meningkat dari Riskesdas 2007 sebesar 8,3 persen per 1.000 penduduk.
“Stroke dapat menyerang semua usia, anak anak sampai usia tua. Makin lanjut usia makin risiko kena stroke,” sebut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K), KIS, MARS. Usia paling rentan menderita stroke adalah di usia 65 tahun namun dengan gaya hidup saat ini stroke bisa menyerang sejak usia 20 hingga 30 tahunan.
Ini didukung dengan gaya hidup anak muda yang kurang memperhatikan kesehatan mulai dari kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, makanan yang tinggi lemak jenuh maupun makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, ditambah dengan kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok.

Batu ginjal

Kurang gerak menjadi masalah di era yang serba dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Hal ini berdampak pada meningkatnya angka remaja obesitas. Obesitas cenderung dapat memicu penyakit batu ginjal dibandingkan rekan-rekannya yang berat badannya normal.
Image result for BATU GINJAL
Para ahli melakukan pengamatan terhadap gaya hidup dan pola diet yang mungkin menjadi penyebabnya. Ditemukan, anak-anak kadang tidak minum cukup air dan makan makanan yang mengandung garam dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan kalsium kemih. Semua hal yang dapat meningkatkan kalsium dalam urin diketahui dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.